Berita

FPLI Gelar Program Tanam Pohon Langka Serentak, Perkuat Konservasi Pohon Langka di Momen Hari Pohon Dunia dan Hari Menanam Pohon Indonesia

Sebagai langkah nyata dalam upaya pelestarian spesies pohon langka, endemik, dan terancam punah di Indonesia, Forum Pelestari Lingkungan Indonesia (FPLI) meluncurkan program unggulan nasional “Tanam Pohon Langka Serentak” pada bulan November 2024. Program ini dirancang untuk bertepatan dengan peringatan Hari Pohon Dunia (21 November) dan Hari Menanam Pohon Indonesia (28 November), sebagai ajakan kepada masyarakat agar kegiatan tanam pohon selaras dengan agenda konservasi hayati nasional.

Tujuan utama dari program ini adalah untuk mengubah paradigma penanaman pohon—tidak sekadar menanam sembarang pohon, tetapi memilih jenis pohon asli (natif) Indonesia, khususnya yang masuk dalam kategori langka, endemik, atau terancam punah. Dengan begitu, gerakan tanam pohon juga menjadi bagian dari strategi konservasi spesies yang secara ekologis penting dan mulai terdesak oleh berbagai tekanan lingkungan.

Kegiatan ini diselenggarakan secara kolaboratif di 21 titik penanaman yang tersebar di 11 provinsi, dari Aceh hingga Papua, dan melibatkan 21 lembaga kolaborator, termasuk institusi pendidikan tinggi, komunitas masyarakat, dan organisasi lokal. Masing-masing lembaga menyusun rangkaian kegiatan tanam pohon sesuai dengan konteks lokal, sementara FPLI berperan sebagai koordinator nasional, sekaligus penyedia dan penyalur bibit pohon langka ke berbagai lokasi.

Beberapa perguruan tinggi yang turut ambil bagian dalam program ini antara lain:

  1. UIN Saizu Purwokerto
  2. Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED)
  3. Universitas Negeri Malang
  4. Universitas Brawijaya
  5. Universitas Sumatera Utara (USU)
  6. Institut Pertanian Bogor (IPB)
  7. Universitas Kuningan
  8. serta berbagai lembaga masyarakat dan komunitas lingkungan

Dalam momen ini, berhasil ditanam:

  1. 37 jenis pohon yang masuk kategori terancam punah
  2. 25 jenis pohon endemik Indonesia
  3. dengan total sebanyak 323 individu pohon langka

“Program ini bukan hanya tentang penanaman, tapi tentang arah baru dalam konservasi yang lebih tepat sasaran dan berbasis spesies. Kami ingin memastikan bahwa setiap pohon yang ditanam memiliki nilai ekologis, bukan sekadar estetika,” ujar Kordinator program tanam pohon langka serentak FPLI dalam keterangan tertulisnya.

Dengan keberhasilan program ini, FPLI mendorong seluruh pihak di berbagai wilayah Indonesia untuk menjadikan pohon langka dan pohon natif sebagai prioritas utama dalam setiap kegiatan tanam pohon ke depan, agar gerakan hijau benar-benar sejalan dengan pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia.

20 November 2024
#konservasi #forumPohonLangkaIndonesia

Universitas Brawijaya Gelar Forest Tracking dan Tanam Pohon Langka

20 November 2024
#konservasi

Universitas Brawijaya (UB) memulai langkah besar dalam upaya pelestarian keanekaragaman hayati dengan meresmikan program konservasi pohon langka, yang dimulai dengan pembentukan Pusat Konservasi Pohon Langka Universitas Brawijaya dan diimplementasikan melalui kegiatan penanaman pohon di kawasan UB Forest.

Kegiatan ini dikemas dalam acara bertajuk “UB Trekking Healing”, sebuah inisiatif untuk mengajak jajaran pimpinan kampus dan sivitas akademika menikmati keindahan dan kesegaran alam UB Forest, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap konservasi hutan kampus.

Sebagai simbol dimulainya program, dilakukan penanaman pohon langka endemik Jawa Timur, Dehaasia pugerensis oleh Rektor Universitas Brawijaya. Selain itu, jajaran pejabat kampus UB juga turut menanam Dipterocarpus retusus, salah satu spesies pohon langka dari kelompok meranti yang terancam punah.

Program ini merupakan hasil dari kerja sama antara UB Forest dan Forum Pohon Langka Indonesia (FPLI), yang bertujuan menjadikan UB sebagai pusat konservasi dan edukasi pohon langka di lingkungan perguruan tinggi.

“Konservasi tidak bisa hanya dibicarakan, tapi harus dilakukan. Penanaman ini adalah langkah awal dari komitmen jangka panjang UB untuk menjadi bagian dari pelestarian spesies langka Indonesia,” ujar Rektor UB saat penanaman berlangsung.

FPLI menyambut baik komitmen UB, dan menyatakan bahwa hadirnya pusat konservasi pohon langka di kampus besar seperti UB merupakan contoh nyata bagaimana akademisi dapat mengambil peran strategis dalam penyelamatan spesies langka Indonesia.

“Kami berharap UB menjadi pionir konservasi berbasis kampus, tempat mahasiswa tidak hanya belajar teori, tapi juga menjadi pelaku konservasi secara langsung,” kata perwakilan FPLI.

Ke depan, program ini akan dilanjutkan dengan kegiatan persemaian, penelitian pohon langka oleh mahasiswa, serta pengembangan arboretum pendidikan yang dapat diakses oleh masyarakat umum dan pelajar.

Program Konservasi Cryptocarya Endemik Terbatas dan Kemungkinan Punah di Papua Barat

20 Oktober 2024
#konservasi #pohonLangka

Forum Pohon Langka Indonesia (FPLI), bersama mitra lokal dan internasional, memulai pelaksanaan program bertajuk “Konservasi Cryptocarya Endemik Terbatas dan Kemungkinan Punah di Papua Barat, Indonesia” (Conservation of the Narrow Endemic and Possibly Extinct Cryptocarya (Lauraceae) in West Papua, Indonesia).

Program ini bertujuan untuk menyelamatkan dan memastikan keberadaan spesies tumbuhan dari marga Cryptocarya (famili Lauraceae) yang diketahui hanya ditemukan di wilayah Papua Barat dan belum pernah tercatat kembali sejak pertama kali dikoleksi puluhan tahun lalu. Status spesies ini diduga sangat langka, endemik sempit, bahkan mungkin telah punah. Oleh karena itu, upaya konservasi menjadi mendesak untuk mencegah hilangnya keanekaragaman hayati secara permanen.

Tujuan Program:

  1. Survei lapangan dan pencarian kembali populasi Cryptocarya di lokasi-lokasi historis dan habitat potensial.
  2. Verifikasi taksonomi melalui kerja sama dengan ahli botani nasional dan internasional.
  3. Perencanaan konservasi in-situ dan ex-situ, termasuk kemungkinan pembibitan dan penanaman ulang jika ditemukan individu hidup.
  4. Peningkatan kapasitas lokal melalui pelibatan masyarakat dan mitra pendidikan di Papua Barat.
  5. Publikasi dan diseminasi hasil, baik secara ilmiah maupun untuk edukasi publik.

Program ini dijalankan dengan pendekatan partisipatif dan berbasis sains, melibatkan para peneliti botani, pemangku kepentingan lokal, serta komunitas masyarakat adat yang hidup di sekitar habitat pohon tersebut.

“Spesies seperti Cryptocarya yang sangat terbatas distribusinya adalah cerminan betapa penting dan uniknya kekayaan flora Indonesia, khususnya Papua. Jika kita tidak bergerak sekarang, kita bisa kehilangan satu bagian penting dari warisan hayati kita,” ujar Prof. Dr. Tukirin Partomihardjo, Ketua FPLI.

Dukungan Internasional

Program ini didukung oleh Franklinia Foundation, lembaga konservasi internasional yang fokus pada penyelamatan spesies pohon terancam punah secara global. Dukungan ini memungkinkan kerja sama riset, survei, konservasi, dan peningkatan kesadaran terhadap pentingnya spesies endemik Indonesia yang selama ini kurang mendapat perhatian.

FPLI dan Fakultas Kehutanan USU Perkuat Kolaborasi melalui Program MBKM dan PKL Konservasi Pohon Langka Pulau Mursala

15 Oktober 2024
#konservasi #forumPohonLangkaIndonesia

Forum Pelestari Lingkungan Indonesia (FPLI) terus memperkuat kerjasama strategis dengan Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara (USU) melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang berlangsung dari Juli hingga Oktober 2024. Sebanyak 6 mahasiswa Fakultas Kehutanan USU mengikuti program intensif dengan fokus utama pada konservasi pohon langka di Pulau Mursala.

Dalam rangka mendukung riset dan pelestarian pohon langka, para mahasiswa aktif terlibat dalam berbagai aktivitas penting, meliputi:

  1. Pengambilan data stek sebagai bagian dari upaya perbanyakan bibit pohon langka.
  2. Pemeliharaan bibit pohon langka untuk memastikan pertumbuhan optimal.
  3. Pelaksanaan workshop survei sosial guna memahami keterlibatan masyarakat sekitar.
  4. Pengambilan sampel serasah daun untuk menghitung berat biomassa dan studi ekologi.
  5. Monitoring plot permanen pada spesies Resak Minyak (Hopea bancana), Lagan Bras (Dipterocarpus cinereus), dan Kapur (Dryobalanops aromatica).
  6. Penilaian Pohon Plus sebagai indikator kualitas pohon langka.
  7. Pengambilan semai dengan metode cabutan pada tiga spesies pohon utama konservasi.
  8. Pemetaan titik lokasi spesies, plot pengamatan, dan ancaman lingkungan.
  9. Identifikasi potensi ekowisata di Pulau Mursala sebagai bagian pengembangan konservasi berkelanjutan.
  10. Penyemaian anakan pohon langka dari ketiga jenis utama.
  11. Perawatan anakan pohon langka agar tumbuh sehat dan kuat.
  12. Penanaman pohon langka di Kampus Bekala USU sebagai wujud pengabdian dan edukasi lingkungan.

Kegiatan ini menjadi implementasi nyata dari sinergi antara akademisi dan organisasi konservasi dalam upaya menjaga dan melestarikan keanekaragaman hayati Indonesia, khususnya spesies pohon langka yang berada di ambang kepunahan.

Melalui program ini, FPLI dan Fakultas Kehutanan USU tidak hanya mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan keterampilan mahasiswa, tetapi juga memperkuat komitmen bersama dalam konservasi sumber daya alam yang berkelanjutan.

Kuliah Umum Pohon Langka Papua di Universitas Papua (UNIPA)

Berlangsung di Fakultas kehutanan Universitas Negeri Papua (UNIPA)

15 Oktober 2024
#konservasi

Bersama SINTAS, explorasi Pohon Langka endemik Jawa Timur Dehaasia pugerensis di TN Meru Betiri

20 Oktober 2024
#konservasi #pohonLangka

Dehaasia pugerensis, flora endemik yang statusnya sekarang terancam punah. Selain itu, ditemukan juga beberapa tumbuhan langka lainnya. Kegiatan yang bertujuan untuk konservasi tumbuhan langka ini rencananya masih akan terus dilakukan melalui kerja sama dengan TNMB, FPLI, BRIN, Universitas Jember serta Organisasi Lokal melalui dukungan pendanaan dari Franklinia Foundation.

Seminar Nasional: Diskusi Program Pelestarian 6 pohon Prioritas Nasional

05 Oktober 2024
#konservasi #pohonLangka

Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura (UNTAN) melalui Arboretum Sylva Indonesia PC. UNTAN sukses menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Aksi Nyata Arboretum Sylva UNTAN dalam Konservasi 6 Jenis Pohon Langka Prioritas Nasional”, yang digelar pada hari Sabtu, 5 Oktober 2024, bertempat di Aula Bungur, Fakultas Kehutanan UNTAN, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Kehutanan UNTAN, Dr. Farah Diba, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya keterlibatan kampus, khususnya melalui arboretum, sebagai pusat konservasi spesies pohon langka Indonesia yang kini menghadapi berbagai tekanan ekologis.

Seminar menghadirkan empat narasumber dengan keahlian dan pengalaman mendalam dalam bidang kehutanan dan konservasi:

  1. Arief Hamidi, pakar pohon langka Indonesia, yang membahas strategi nasional konservasi spesies prioritas.
  2. Teguh Muslim, Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA Kalimantan Barat, yang memaparkan kondisi dan tantangan konservasi pohon langka di lapangan.
  3. Dr. Ir. Hana E., dosen Fakultas Kehutanan UNTAN, yang menjelaskan kontribusi akademik dalam pengembangan ilmu konservasi pohon langka.
  4. Fransiskus Yaba Rado, Koordinator Arboretum Sylva UNTAN, yang menyampaikan laporan aksi nyata dan capaian konservasi enam jenis pohon langka di Arboretum Sylva UNTAN.

Seminar ini menjadi ruang kolaboratif antara akademisi, praktisi, dan pegiat lingkungan untuk mendorong kesadaran publik, sekaligus memperkuat posisi arboretum sebagai pusat konservasi berbasis pendidikan dan riset.

Melalui kegiatan ini, Arboretum Sylva UNTAN menunjukkan komitmen kuat dalam menyelamatkan enam jenis pohon langka yang menjadi prioritas nasional, sebagai bagian dari kontribusi nyata dunia pendidikan tinggi terhadap pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia.


Masih dalam rangkaian kegiatan Seminar Nasional “Aksi Nyata Arboretum Sylva UNTAN dalam Konservasi Enam Jenis Pohon Langka Prioritas Nasional” yang diselenggarakan pada Sabtu, 5 Oktober 2024, kegiatan dilanjutkan dengan aksi penanaman pohon langka di kawasan Arboretum Sylva UNTAN.

Penanaman ini menjadi simbol komitmen nyata dari sivitas akademika Fakultas Kehutanan UNTAN dan seluruh peserta seminar dalam mewujudkan konservasi berbasis aksi. Beberapa jenis pohon langka yang ditanam dalam kegiatan ini antara lain:

  1. Anisoptera costata – salah satu anggota suku Dipterocarpaceae yang mulai langka dan memiliki nilai ekologis tinggi.
  2. Eusideroxylon zwageri – dikenal sebagai Ulin atau kayu besi Kalimantan, yang sangat terancam oleh eksploitasi.
  3. Shorea pinanga – spesies yang habitat alaminya semakin terdesak oleh alih fungsi lahan.

Kegiatan penanaman ini turut melibatkan narasumber seminar, mahasiswa, dosen, serta perwakilan dari instansi kehutanan. Penanaman dilakukan secara simbolis dan akan dilanjutkan dengan perawatan intensif oleh tim Arboretum Sylva UNTAN sebagai bagian dari program jangka panjang konservasi pohon langka.

Langkah ini tidak hanya menjadi tindak lanjut dari diskusi ilmiah, tetapi juga bukti konkret kontribusi lembaga pendidikan dalam penyelamatan spesies pohon langka Indonesia, khususnya di Kalimantan Barat.

Workshop Survei Sosial

02 Oktober 2024
#konservasi #Mursala

dilaksanakan di Harper pada tanggal 30 September sampai dengan 1 Oktober 2024

Workshop prioritisasi IUCN Redlist di Kalimantan Selatan

25 September 2024
#konservasi

Dilaksanakan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan dengan mengundang berbagai stakeholder,

Melukis Botani di Totbag dan Seni Botani untuk Anak

21 September 2024
#konservasi


Pameran luskisan Botani: Jelajahi Flora Indonesia yang dilaksanakan di Bogor sejak tanggal 9 September sampai dengan 4 Oktober 2024. Bersama seniman BOGA






dilaksanakan di Bogor Jawa Barat

Kegiatan

Aksi Konservasi

Lokasi

Gedung PIKA Bogor - Jl. Raya Pajajaran No.79, RT.02/RW.03, Bantarjati, Kec. Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat 16153
© Copyright 2025 - Pohonlangka ID - All Rights Reserved